Minggu, 03 Desember 2017

Hei, Kamu yang Di Masa Lalu




            Hei apakabarmu, sahabat masa laluku, masih ingatkah kamu tentang aku yang pernah mengisi harimu di masa itu, bersama melalui lelahnya hari dengan penuh senyuman indah. Kau dan aku yang berjuang dalam pertarungan mimpi. Aku, kau dan dia yang pernah begitu tidak terpisahkan bersama.
            Hei, kamu masih ingatkah kamu tentang sebuah senyuman yang kita iringi bersama, atau sebuah tangisan perih yang kau bagikan bersamaku. Kau dan aku melewati banyak hal yang sangat sulit kita ketahui. Atau aku yang kaku juga membagi kisahku bersamamu.
            Betapa kebersamaan menumbuhkan segalanya dan jarak memisahkan banyak hal, juga waktu yang begitu kejam merenggut kebersamaan kita. Aku masih seperti dulu, tidak pernah berubah, aku masih sama mash sibuk dengan mimpiku hanya kau yang aku lihat berubah, banyak hal yang berubah darimu, temanku sahabat masa laluku dan apakah kau juga berpikir hal yang sama sepertiku juga? Kau yang menganggapku sudah berubah?
            Dunia bayangan seolah menjadi dinding pemisah banyak hal dari kita. Seharusnya kita yang sering bertatap dalam diam satu sama lain bisa saling sekedar menyapa, tapi entahlah semua menjadi rancu dan kaku. Banyak hal yang berubah yang tidak bisa kita temukan kata untuk merangkai penjelasannya.
            Satu hal yang pasti jangan pernah ragu untuk menyapaku seperti aku yang tidak ragu menyapamu, kita sama-sama sibuk dengan banyak hal dalam pergulatan waktu dan teman baru. Tapi percayalah kau dan aku bukan hanya sekedar sahabat di masa lalu. Kita adalah saudara yang masih utuh meski sekarang sedang terpisah dengan jarak yang membuat kita kaku. Dan namamu utuh dalam barisan cerita hidupku. Teman masa laluku.

1 komentar:

Cerita Bersama Hujan di Awal Muharram 1440

Hujan sepanjang malam tadi sudah mulai berhenti, malam pekat sebentar lagi akan berganti dengan cahaya fajar. Sayup suara Azan mulai terdeng...