Jumat, 04 Mei 2018

Hei Mei...

Hei Mei, Aku menyukai bulanmu bulan di pertengahan tahun yang mulai menjelaskan perjalanan tahun ini, kemana ia akan pergi dan berlari. Mei, tapi lagi-lagi kita bertemu dengan penuh tanda tanya, sebuah tanda tanya tentang rasa yang akan berlari entah kemana. ada luka disini, terluka dan bahagia atau akan kembali dengan menyesal, tapi kuharap tidak Mei, kita akan bertemu pada akhir kemenangan terindah hingga bulir-bulir bahagia akan mengalir pada cinta yang damai yang penuh dengan aroma bahagia.

Petang ini, pada pojok coffe Win Black yang sudut-sudutnya dipenuhi nuansa art, dan dindingnya dengan pigura dengan kata-kata yang menyentil jiwa, tapi berinspirasi, aku menyukai itu, salah satunya adalah tentang kata-kata "jodoh yang emang gak kemana tapi saingan ada dimana-mana, iya tentang jodoh, yang semester ini menjadi headline di seluruh anak ruang, mengalahkan topik proposal yang mulai gencar meneror tidur malam sebagian mereka yang sedang mengejar, tapi kurasa wajar karena iya, karena sukses itu adalah juga perkara kelengkapan hati, kelangkapan hati tentang penggenap separuh jiwa dan separuh agama. Tapi, jika sekarang belum waktunya kenapa harus diresahkan, hei, bukankah Allah telah mengatur dan menjadwalkan dengan sebaik-baik jadwal yang amat penuh kejutan, tentu kita harus sabar menanti dan memperbaiki diri. 

Dan sekali aku mengangkat kepala disana ada sekumpulan pohon pisang, hijau yang membuat aku selalu mudah untuk jatuh cinta, tapi bukan lebih itu, pohon pisang yang diluar jendela pemandangan ini meliarkan pikiranku, kali ini tentang filosofinya, pisang yang selalu hidup tanpa kesia-siaan dan selalu menebarkan manfaat. Tentang menjadi bermanfaat, dari keseluruhan bagian yang dia punya. Iya, hidup ini terlalu sia-sia untuk menyakiti sesama manusia, teruslah berjuang menjadi sukses agar kamu bisa bermanfaat bagi dirimu sendiri dan orang-orang disekitarmu. Seperti pohon pisang.

Hei Mei semoga aku bahahgia menjumpaimu.

Ohya, Btw jodohku udah sampai mana ya? cepat-cepat datang jemput aku ya, agar separuh agama kita cepat terlengkapi! Eh.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerita Bersama Hujan di Awal Muharram 1440

Hujan sepanjang malam tadi sudah mulai berhenti, malam pekat sebentar lagi akan berganti dengan cahaya fajar. Sayup suara Azan mulai terdeng...